Jumat, 19 September 2014



PROFILPONDOK PESANTREN ”MIFTAHUL QULUB”
DESA POLAGAN KEC. GALIS KAB. PAMEKASAN
JL. MASARAN DUSUN POLAGAN UTARA RT/RW  01/02
KEL. /DESA POLAGAN GALIS PAMEKASAN
1.       SEJARAH PERKAMBANGAN NYA
Pondok pesantren “ MIFTAHUL QULUB dirintis oleh kyai Fadloli siraj sekitar 41 tahun silam 1960. Pondok pesantren Miftahul Qulub memberikn pengajaran dan pendidikan bagi masyarakat desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan beliau mendirikan masjid sebagai puasat pendidikan bagi para santri nya, yang selanjutnya masjid tersebut di jadikan sebagai pusat segala  macam kegiatan ke’agamaan di kota Pamekasan Kyai Fadloli siraj adalah putra darin Kyai Sirajudin bin Nashirudin dari Desa Bettet Kecamatan Pamekasa Kabupaten Pamekasan.
Santri beliau semakin hari semakin bertambah baik santri yang datng dari masyarakat kota pamekasan maupun santri yang datang dar luar kota pamekasan untuk belajar agama dan membaca Al-qur’an.
Apa yang di rintis beliau inilah yang menjadi cikal bakal dari pondok pesantren Assalafy “ MIFTAHUL QULUB “
Setelah beliau wafat tugas nya di gantikan dan di lanjutkan oleh Drs. K.H salehoddin yang bertempat tinggal di sebelah utara lokasi pondik pesantrenn, kira-kira 100 meter. Beliau inilah yang selali mnedampingi K.H Fadloli siraj semasa hidup Nya s


BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG MASALAH
Pondok pesantren sebagai suatu lembaga pendidikan islam tradisional, khususnya di pulau jawa, sudah cukup lama di kenal masyarakat sejak lebih dari 500 tahun silam, yakni tatkala syekh maulana malik ibrahim memperkenalkan pondok pesantren yang pertama di daerah gresik (syis, 1984 : 3 ).
Namun demikian keberadaan pondok pesantren sebagai suatu lembaga pendidikan, potensi dan perannya belum banyak di kembangkan bagi tujuan tersebut. Padahal pondok pondok pesantren bukan saja merupakan suatu sub kultur yang unik dan penting untuk diteliti lebih dalam, tetapi juga suatu lembaga pendidikan relatif tua di indonesia yang mampu bertahan dan terus berkembang hingga kini.
Berjuta-juta penduduk indonesia ( pedesaan ) telah memasuki proses pendidikan melalui ribuan pondok pesantren yang terbesar di pulau jawa. Dan lebih relevan lagi pondok pesantren merupakan suatu lembaga pendidikan yang mempunyai potensi paling ideal untuk di kembangkan dengan sistem pendidikan komprehensip, guna menjawab tantangan urbanisasidan pembangunan pedesaan dibawah ini
Pondok pesantren bukanlah semacam sekolah atau madrasah, walaupun dalam lingkungan pesantren telah banyak didirikan unit pendidikan klasikal dan kursus-kursus. Lermbaga lembaga sekolah yang didirikan secara massal itu memiliki sifat sifat dasar, bahkan juga kurikulum yang kurang lebih sama atau seragam.
Berbeda dengan sekolah, pesantren mempunyai kepemiminan, ciri khas dan semacam kepribadian yang di warnai karakteristik pribadi sang kyai, unsur-unsur pimpinan pesantren bahkan juga aliran keagamaan tertentu yang dianut pesantren  bukan semata merupakan lembaga pendidikan melainkan juga dapat di nilai sebagai lembaga kemasyarakatan, dalam arti memiliki hubungan fungsional d engan masyarakat, khususnya yang berada dalam lingkungan pergaulannya (raharjo, 1995 : 5 )
Pesantren sebagai lembaga pendidikan islam secara selektif bertujuan menjadikan para santrinya sebagai manusia yang mandiri dan di harapkan dapat menjadi pemimpln umat menuju keridhaan tuhan, oleh karena itu pesantren pesantren bertugas untuk mencetak manusia yang benar ahli dalam bidang agama dan ilmu pengetahuan kemasyarakatan serta berakhlak mulia. Untuk mencapai tujuan tersebut sering distrandarisasi dengan berbagai disiplin ilmu yang tertuang dalam al. Kutub al- mukarramah ( kitab-kitab wajib ) yang terkenal dengan sebutan kitab kuning karangan ulama salaf mencakup ilmu fiqh, tauhid, akhlaq, tasawuf dan ilmu bahasa arab.
Sekalipun sampai saat ini tujuan pendidikan pondok pesantren belum di rumuskan dalam suatau rumusan yang lengkap dan konsisten, tetapi secara umum tujuan itu tertuang di dalam kitab “ta’lim al mutaallim” dimana tujuan seorang menuntut ilmu dan mengembangkannya adalah semata-mata karena kewajiban seorang muslim yang harus dilakukan secara jkhlas ( az- zarnuji, 1963 : 1 )
Tujuan ini pada gilirannyaakan menjadi motivasi bagi para santri untuk melatih diri menjadi seorang yang ikhlas dalam segala amal perbuatannya. Karena seorang yang belajar di pesantren berdasarkan keikhlasan, apabila telah lulus dari pesantren tidak boleh boleh memiliki pamrih apapun.
Terdapat pernyataan di kalangan pesantren bahwa tujuan pendidikan pesantren adalah membentuk manusia bertaqwa, mampu hidup dengan kekuatan diri sendiri , tidak menjadi keharusan menjadi pegawai negeri ( raharjo, 1985 : 58 ) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara umum tujuan pendidikan pesantren adalah mendidik manusia mandiri dan berakhlak baik serta bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.
Pendidikan islam di pesantren merupakan model milik umat islam indonesia yang dapat mempelopori perkembangan sistem pendidikan non formal dalam masyarakat. Keterbatasan yang terdapat pada pondok pesantren sebagai pusat pendidikan “non formal” ialah bahwa pelajaran yang diberikan terpusat pada soal-soal “keagamaan”saja, padahal kebutuhan masyarakat luas akan pelayanan pendidikan mendatang itu meliputi  berbagai jenis bidang, bahkan sekarang sudah banyak yang formal, karena pelajaran yang di berikan bukan hanya masalah agama, tetapi masalah pendidikan umum juga di berikan pesantren seperti: kesehatan , pertanian, perkebunan, perekonomian, pengetahuan umum dan tekhnologi dan sebagainya.
Tantangan yang harus di jawab oleh pondok pesantren pada umumnya adalah bagaimana memperluas pelayanan pendidikan yang di berikan kepada masyakat secara wajar dan sistematis, sehingga apapunyang disajikannya akan terasa bermanfaat bagi kehidupan sehari hari. (bukhari,1994:245)
Kekuatan utama pondok pesantren sebagai suatu lembaga pendidikan “non formal” terletak pada kemampuannya guna memberikan pelayanan pendidikan kepada segenap golongan umur dalam masyarakat. Pondok pesantren mampu mengembangkan program pendidikan agama dari tingkat vanak sampai orang dewasa, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kemampuan pondok bukan saja dalam pembinaan pribadi muslim, melainkan bagi usaha mengadakan perubahan dan perbaikan sosial dan kemasyarakatan. Pengaruh pondok pesantren tidak saja terlihat pada kehidupan santri dan alumninya,melainkan juga meliputi kehidupan masyarakat sekitarnya.
K H Masashal mahfudz dari pesantren maslakhul huda, kajen padi jawa tengah mengatakan bahwa setiap pondok pesantren mempunyai dua potensi, yaitu potensi pendidikan dan potensi pengembangan. Bila pondok pesantren mampu mengembangkan kedua jenis potensi ini, maka diharapkan melahirkan ulama yang tidak sanya memiliki ilmu pengetahuan dan cakrawala pemikirannya, tetapi juga mampu memenuhi tuntutan zamannya dalam rangka pemecahan persoalan kemasyarakatan.
Yang perlu di fikirkan sekarang adalah bagaimana cara untuk memungkinkan segenap pesantren, khususnya pesantren tradisional ( salafiah ) untuk mengembangkan dirinya. Karena tidak semua pesantren besar ( modern ) seperti pondok pesantren ibrahimi di situbondo, tebuireng di jombang, as- syafiiyah di jakarta dan sebagainya.
Untuk memberikan bekal kepada para santri, khususnya dalam rangka mengantisipasi pola hidup di era globalisasi, setiap pondok pesantren perlu memberikan pendidikan keterampilan khusus dalam bidang kewirausahaan ( entrepreneurship )  sebagai pendidikan alternatif guna pembentukan sikap mandiri bagi para santinya.
melaluipendidikan kewirausahaan diharapkan semua santri dapat setahap demi setahap mengatur kehidupan diri, mampu mengatasi persoalannya, mencukupi kebutuhan serta mengendalikan dan mengarahkan kehidupan mereka. Mereka tidak tergantung pada orang lain, orang tua sendiri, sanak kerabat atau siapa saja. Malah setiap santri di harapkan dapat memberikan jasa mereka kepada orang lain, masyarakat dan bangsa sesuai kemampuan masing masing.
Tujuan pendidikan keterampilan ( kewirausahaan ) pada dasarnya adalah membuat keseimbangan antara perkembangan rohani dan perkembangan jasmani,keseimbangan antara pendidikan di ruang belajar dengan pendidikan di lapangan, adanya kegiatan keterampilan para santri di biasakan bekerja sehingga tujuan selanjutnya yang mau di capai ialah agar para santri dapat mencintai kerja terutana kerja fisik (edwar, dalam raharjo 1994 : 158 ). Keterampilan yang nampak dalam bentuk bekerja juga bertujuan menerapkan rangkaian kebiasaan, merencanakan pemecahan persoalan dan penilaian ( programming, problem solving and evaluation ) (edwar, 1994  : 158 ).
Pondok pesanatren “miftahul qulub” polagan, galis, pamekasan jawa timur yang diasuh oleh KH abd. Mannan fadholi merupakan pondok pesantren yang meiliki karakteristik pondok pesantren yang sedikit berbeda dengan pondok pesantren di sekitarnya dengan pengembangan misi moderenisasi. Hal ini tampak pada sistem pendixdikan yang di kembangkan dengan aktivitas para santri sehari-hari dari pagi sampai malam hari. Pondok pesanatren “miftahul qulub” disamping melakukan dakwah islamiyah melalui jalur pendidikan dan pengajaran, berkeinginan pula untuk:
1.      Membina generasi muda muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu dan berakhlakul karimah.
2.  Membentuk santri yang memiliki sifat mandiri dengan bekal keterampilan yang dapat di pergunakan dalam hidupnya dalam mengabdi pada agama, nusa dan bangsa.
Nilai-nilai pendidikan pesantren berupa nilai-nilai agama yang memiliki kebenaran mutlak dan berorientasi kepada kehidupan ukhrawi, perlu di imbangi dengan nilai-nilai agama yang memiliki kebenaran relatif, bercorak empiris dan pragmatis untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan sehari-hari ( realitas sosial ) dengan cara dialog terus menerus dalam pelaksanaannya. Hal ini akan berimplikasi positif terhadap pelaksanaan pendidikan pesantren dalam rangka menghasilkan santri yang terampil dalam bidang agama dan pengetahuan umum.
Sistem pendidikan salaf yang di padukan dengan pendidikan keterampilan ( kewirausahaan ) di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan pertukangan di pondok pesantren miftahul qulub bertujuan untuk  menjadikan para santri dapat hidup mandiri kelak dalam masyarakat. Di samping itu juga sebagai upaya untuk menciptakan tranformasi nilai-nilai baru di kalangan pondok pesantren dalam menjawab tantangan zaman era globalisasi di masa mendatang.
Dari berbagai fenomena diatas pondok pesantren miftahul qulub tampil sedikit beda dengan pesantren lainnya dengan paradigma baru.

BAB II
PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A.Profil pondok pesantren ‘’Miftahul Qulub’’
      1.Sejarah Perkembangannya
          Pondok pesantren ‘’Miftahul Qulub dirintis oleh Kyai Fadholi Siraj sekitar 41 tahun’silam(1960 ) 
Beliau memberikan pengajaran dan pendidikan agama bangi masyarakat desa polangan kacamatan galis kabupaten mamekasan.kemudian beliau mendirikan masjid sebangai pusat pendidikan bangi para santrinya,yang selanjudnya masjidtersebut dianggap sebangai pusat segala macam kengitan keagamaan di kota pamekasan,Kyai Fadholi Siraj adalah putra dari Kyai Sirajuddinbin Nashiruddin,beliau berasal dari desa bettet Kacamatan Pamekaswan Kabupaten Pamekasan. Santri beliau semakin hari semakin bertambah baik santri yang datang dari masyarakat maupun dari luar Kota pamekasan untuk belajar agama dan membaca Al-qur’an.
Apa yang dirintis oleh beliau inilah akhirnya menjadi cikal bakal dari pondok pesantren Assalafy’’miftahul qulub’’.
         Setelah beliau wafat tungasnya di gantikan dan di lanjutkan oleh Drs.K.H.salehoddin yang bertempat tinggal di sebelah utara lokasi pondok pesantren,kira-kira 100 meter kearah utara.beliau inilah yang selalu mendampingi .K.H.fadoli siraj semasa hidupnya,dan beliau inilah yang paling mampu untuk melanjutkan cita-citanya.sedagkan putra-putranyaKH Fadloli Siraj masih keci-kecil dan masih berada dalam dunia pendidikan, akhirnya pondok pesantren Miftahul Qulub semakin lama semakin terkenal dan semakin banyak pula santrinya.
                Untuk mengantisipasi lonjakan santri, diupayakan membuka sebu7ah madrasah diniyahyang didirikan pada tahun 1993 dengan nama madrasah diniyah miftahul qulub, yang smapai saat ini pengelolaaqn pendidikan tersebut teteap diatngani oleh Drs. H. Moh Salehoddin.
                Pada tahun 1991 KH Fdadlali Siraj telah pulang ke rahmatullah dan bersamaan dengan itu beliau punya menantu pertama yaitu KH.Syafiuddin Putra KH.Abd Wahed Nangger Sempal Kabupaten Sampang. Beliau adalah alumni sebuah p esantren yang ada di Arab Saudi, untuk sementara beliau adalah sebagai pengasuh di Poindok pesantren tersebut.
                selama dua tahun (1981 M- 1983 M) pengelolaan pendidikan diserahkan kepada KH. Syafiuddin berrsama Drs. H. Moh Sholehoddin, pada tahun diserahkan penuh kepada Kh. Syafiuddin sebagai penanggung jawab, pengelola sekaligus sebagai tenaga pengajar.
                Pada tahun 1991 M K.H.Mukri Fadholi (putra dari K.H.fadloli siraj ) telah menammatkan studinya di beberapa pondok pesantren di Jawa timur K.H.syafiuddin sebagai menantu K.H. fadholi siraj menyerahkan sepenuhnya pimpinan pondok pesantren dan juga pengolaan taman pendidikan ‘‘Miftahul Qulub‘‘ kepada putranya dan tetap didampingi oleh Drs.H.Moh sholehhuddin                    
Kyai mukri fadholi panggilan akrabnya (Ra mukri)  memulai upaya  pembinaan dan pengembangan taman pendidikan ‘‘Miftahul  Qulub‘‘ menjadi sebuah pondok pesantren  dengan mengamril nama ‘‘Mlftahul Qulub‘‘ secara resmi yang jauh serelumnya nama pesantren tersebut sudah hampir memasyarakat , pada awalnya pesantren tersebut diberi nam‘‘ baqiatus syabibah‘‘    artinya ´´Taman Remaja´´Dari hari kehari berdatanglah para santri yang belajar agama dari berbagai daerah ,dibangunlan bilik-bilik untuk tempat menginap  para santri yang mukim atas usaha keras Ra mukri serta dukungan masyarakat dua tahun kemudiantepatnya pada tanggal 10 januari  1992 M di resmkan lah berdirinya gedung pondok  pesantren sebanyak 20 lokal  denganb luas 5m x5mx20  =  500 M/20  lokal
      Pada tahun 1996 Ra mukri mendirikan pondok pesantren baru di Bliga Kabupaten Bangkalan  yang bernama‘‘Sabilul Faizin ‘‘akhirnya pemimpin pondok pesantren‘‘Miftahul Qulub‘‘diserahkan kepada K.H.ABD.MANNAN  FADLALI. Pada athun 1996 akhir K.H.Abd Mannan Fadlali telah menamatkan pendidikannya, maka tampuk pimpinan Pondok Pesantrenj „ Miftahul Qulub „ dan pengelolaan taman pendidikan diserahkan kepada beliau, tetapi beliau tetap didampingi oleh Drs. H. Sholehoddin.
                Dilihat dari segi usia pondok ­Pesantren terbilang sangat muda, namun minat masyarakat untuk belajar di Pondok Pesantren ini cukup besar, tidak heran dalam kurun waktu 40 tahun Pondok Pesantren ini telah mampu menampung kurang lebih 600 orang santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, Khususnya pulau jawa dan kebanyakan mereka dari jawa Timur.
                Hal yang menjadikan pondok Pesantren ini sebagai tumpuan orang Tua untuk menyerahkan Putra-Putrinya untuk belajar adalah kepeduliannya terhadap nasib fakir miskin dan anak yatim piatu, mereka yang belajar di Pondok Pesantren ini pada umumnya dari keluarga tidak mampu. Para santri yang diterima sebagian besar dibebaskan dari segala pungutan dan sumbangan dana pendidikan, bahkan biaya Sekolah ditanggung Pesantren. Disamping belajar agama para santri juga dilatih tampil bekerja dengan menekuni salah satu sektor keterampilan yang khusus disediakan bagi para santri. Hal ini dimaksudkan agar nantinya para santri biasa bekerja dan tidak menggantungkan nasibnya pada bantuan orang lain (mampu andiri ).adapun bentuk keterampilan yang twersedia meliputi pertanian, tataboga (memasak), perkoprasian, pengobatan Tradisional, Pijet/Refleksi.(hasil wawancara dengan Drs. Moh Sholehoddin).
                Berdirinya Pondokj Pesantren“ Miftahul Qulub“ melalui proses dan tahapan rintisan, tahapan perlihan dan tahapan pembinaan dan pengembangan:
2         TahapRintisan.
Diawali dari pembelajaran mengaji dan pendalaman ajaran Agama Islam di Sebuah Maasjid oleh.K.H.Fadloli Siroj sekitar 41 tahun Islam, di Desa Polagan dengan metode sorongan dan bandongankepadaanak-anak yang daridesatesebutdansekitarnya.
Beliaukemudiandianggapsebagaiperintisdancikalbakalberdirinyapondokpoesantrenmiftahulqulubkemudiansecaraestafetdilanjutkanputradansanakkerabatnyasebagaipenerusmasingömasingseperti :Drs.H. MohSholehoddin. K.H. Syafiuddin. K.H. MukriFadlalidan K.H. AbdMannanFadlali.
3         Tahapperalihan
Kegiatanbelajarmengajar yang dipusatkan di masjid kainharitidakmampumenampungbagimereka yang inginbelajaragama  yangjumlahnyasemakianbertambah. Untukmengantisipasinyadan demi aktifitaskegiatanbelajaramengajar, didirikanlahgedungmadrasah sebagai alternative untukmengatasinya.Kehadiran madrasah Diniyahtidaksampai m empengaruhikegiatantamanpendidikan al-quran di malamhari. Keduanyatetapjalan, karena madrasah diselenggarakan di sinaghari , madrasah diniyah yang diberinama “MiftahulQulub” didirikanpadatahun 1966 yang dikelolaoleh Drs. H.Sholehoddin, dansekarangdikelolaolehparasantri senior yang tidakjauhdarilokasipondokpesantren.
4         Tahap pembinaan dan pengembangan
Perubahan status adritamanapendidikanmenjadisebuahpondokpesantrendimulaipadatahun 1966 M. tatkala  K.H. FadlaliSirojmulaimeminpindanmengasuhnya, pengembnagan status inibertujuanuntukmeningkatkanpelayanannyasecara optimal melaluiefektifitasdaanefisiensikerjasehinggamampumenghasilkansumberdayamanusia yang berkualirtasdanagamis. Dismapingsitempendidikanpondokpesanmtrelebihbanyakmwemberikanpeluangbelajarbagiparasantrinyakarenamerekamenetapdantinggal di dalampondok.
Target pembinaansebagaisasaranadalahdiperioritaskananakyatimpitaudan anak2 darikelurgatidakmampu, karenamereka yang diterimamenjadisantrididalamnyasegalakebutuhanhidupnyamenjaditanggupjawabpesantren (kyai)
Langkahawal yang dilakukanoleh K.H. FadlaliSirojdalahpadamulanyamembangun masjid sebagaimulaawalpusatpelajarankeagamaan, kemudianmembnagungedungpondoksebagaitempattinggalparasantri.Dsanatsusahanya  yangtidakpernahmenyerahdalamkangkaduatahun (1968 M ) sudahdapatdiresmikanberdirinyapondokpesaantrenolehdepartemen agama kabupatenpamekasanbersamajajaranpemda TK.II kabupatenpamekasan.
Bersamaandenganitutidakkurangduahektarsawahdisewanya yang dipergunakanparasantriuntukprakteklapangandalamrangkapelatihankerja.Pelatihaninidilaksanakandisaat-saatharikosongdisianghari, diluar jam kegiatanmengaji. Dihrapkan program inikelakakanmencetuskansantri-santri yang terampildalambidangyasertamampumandiri.
Kegiatan praktek lapangan Meliputi bodang pertanian, perkebuna, perikanandanpeternakansertapertukangandidalamkomplekspondok.Kegiataninisemuatidakdikenakanbiayabagimereka yang masih status bersekolah.
5         Pola pondok pesantren” MiftahulQulub”
Pondokpesantren’ MiftahulQulub’ dapatdipandangsebagaipolapendidikanpenyiapansantri yang mampuberdirisendiri, denganpengetrapanpolabelajarsambilbekerja (larning by doing ), mereka  yang diteriam di pondokpesantreninitidakusahmemeikirkankebutuhanhidupnyaselamabelajar di pondokhususbagianakyatimdananakdarikurangmampu , karenamerekasudahmenjadikeluargabesarpondok. Sedangkankiaiberstatusbapakatau orang tua yang bertanggungjawabatassegalakebutuhankeluarganya.Sebaliknyaparasantridituntutuuntukbelajar, berdisplinatassegalatugasnya d anbertaqwakepada Allah SWT.
Guru merealisasikankepadaparasantridiluar jam-jam belajardiharuskanmemilihsalahsatu program pelatihanketerampilan yang tersedia. Sekitarduasetengahhektarsawahataulahandanperkebunan yang disediakanuntukparasantriuntukdikelola yang meliputi :pertanian, perkebunan, perikanandanpeternakan . dalampembangunanfisiksepertipembangunangedungpondokpesantrendansebagainyadilakukansendiriolehsantriataspetunjukdanbimbingandari yang lebihpengalaman, sebagiansantribertugassebagaijurumasakdapurumumdansebagian pula bertugasuntukpengelolakoperasipondokpesantren.
Para santridididikuntukhidupsederhanadanhemat, berbekalkeihlasan, kejujurandanbertanggungjawabsertabertawakkalkepada Allah SWt. Hal inidibuktikandenganpolahidupKyaiFadlaliSiroj yang sangatsederhanjasekali, menempatisebuahgubuksederhana di sebelahutara masjid tanpaada televise sebagaimanalazimnyakehidsupanrumahtanggamassakini.
Tujuanutamadaripolaqkehidupanpondokmoesantreniniadalahmendidikdanmengembangkanparasantriagar :
a.       Menguasaiilmutentangilmusyariatislamsecarasempurna.
b.      Memilikijiwadantindaktanduk yang islami
c.       Mendorongparasantri yang telahmenyelesaikanstudinya agar mampuberdirisendiridalamkehidupannyadengancaraberwirausaha.
LangkahkebijaksanannKiyaiFadaliSirojadalahmemfokuskanpendidikanpadakajiankitabkuning (klasik) sebgaicirikhasdaripondokprsantrensalaf.



7