DESA POLAGAN KEC.
GALIS KAB. PAMEKASAN
JL. MASARAN DUSUN
POLAGAN UTARA RT/RW 01/02
KEL. /DESA POLAGAN
GALIS PAMEKASAN
1. SEJARAH PERKAMBANGAN NYA
Pondok
pesantren “ MIFTAHUL QULUB dirintis oleh kyai Fadloli siraj sekitar 41 tahun
silam 1960. Pondok pesantren Miftahul Qulub memberikn pengajaran dan pendidikan bagi masyarakat desa
Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan beliau mendirikan masjid sebagai
puasat pendidikan bagi para santri nya, yang selanjutnya masjid tersebut di
jadikan sebagai pusat segala macam
kegiatan ke’agamaan di kota Pamekasan Kyai Fadloli siraj adalah putra darin
Kyai Sirajudin bin Nashirudin dari Desa Bettet Kecamatan Pamekasa Kabupaten
Pamekasan.
Santri
beliau semakin hari semakin bertambah baik santri yang datng dari masyarakat
kota pamekasan maupun santri yang datang dar luar kota pamekasan untuk belajar
agama dan membaca Al-qur’an.
Apa
yang di rintis beliau inilah yang menjadi cikal bakal dari pondok pesantren
Assalafy “ MIFTAHUL QULUB “
Setelah
beliau wafat tugas nya di gantikan dan di lanjutkan oleh Drs. K.H salehoddin
yang bertempat tinggal di sebelah utara lokasi pondik pesantrenn, kira-kira 100
meter. Beliau inilah yang selali mnedampingi K.H Fadloli siraj semasa hidup Nya
s
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pondok pesantren sebagai suatu lembaga
pendidikan islam tradisional, khususnya di pulau jawa, sudah cukup lama di
kenal masyarakat sejak lebih dari 500 tahun silam, yakni tatkala syekh maulana
malik ibrahim memperkenalkan pondok pesantren yang pertama di daerah gresik
(syis, 1984 : 3 ).
Namun demikian keberadaan pondok
pesantren sebagai suatu lembaga pendidikan, potensi dan perannya belum banyak
di kembangkan bagi tujuan tersebut. Padahal pondok pondok pesantren bukan saja
merupakan suatu sub kultur yang unik dan penting untuk diteliti lebih dalam,
tetapi juga suatu lembaga pendidikan relatif tua di indonesia yang mampu
bertahan dan terus berkembang hingga kini.
Berjuta-juta penduduk indonesia (
pedesaan ) telah memasuki proses pendidikan melalui ribuan pondok pesantren
yang terbesar di pulau jawa. Dan lebih relevan lagi pondok pesantren merupakan
suatu lembaga pendidikan yang mempunyai potensi paling ideal untuk di
kembangkan dengan sistem pendidikan komprehensip, guna menjawab tantangan
urbanisasidan pembangunan pedesaan dibawah ini
Pondok pesantren bukanlah semacam
sekolah atau madrasah, walaupun dalam lingkungan pesantren telah banyak
didirikan unit pendidikan klasikal dan kursus-kursus. Lermbaga lembaga sekolah
yang didirikan secara massal itu memiliki sifat sifat dasar, bahkan juga
kurikulum yang kurang lebih sama atau seragam.
Berbeda dengan sekolah, pesantren
mempunyai kepemiminan, ciri khas dan semacam kepribadian yang di warnai
karakteristik pribadi sang kyai, unsur-unsur pimpinan pesantren bahkan juga
aliran keagamaan tertentu yang dianut pesantren
bukan semata merupakan lembaga pendidikan melainkan juga dapat di nilai
sebagai lembaga kemasyarakatan, dalam arti memiliki hubungan fungsional d engan
masyarakat, khususnya yang berada dalam lingkungan pergaulannya (raharjo, 1995
: 5 )
Pesantren sebagai lembaga pendidikan
islam secara selektif bertujuan menjadikan para santrinya sebagai manusia yang
mandiri dan di harapkan dapat menjadi pemimpln umat menuju keridhaan tuhan,
oleh karena itu pesantren pesantren bertugas untuk mencetak manusia yang benar
ahli dalam bidang agama dan ilmu pengetahuan kemasyarakatan serta berakhlak
mulia. Untuk mencapai tujuan tersebut sering distrandarisasi dengan berbagai
disiplin ilmu yang tertuang dalam al. Kutub al- mukarramah ( kitab-kitab wajib
) yang terkenal dengan sebutan kitab kuning karangan ulama salaf mencakup ilmu
fiqh, tauhid, akhlaq, tasawuf dan ilmu bahasa arab.
Sekalipun sampai saat ini tujuan
pendidikan pondok pesantren belum di rumuskan dalam suatau rumusan yang lengkap
dan konsisten, tetapi secara umum tujuan itu tertuang di dalam kitab “ta’lim al
mutaallim” dimana tujuan seorang menuntut ilmu dan mengembangkannya adalah
semata-mata karena kewajiban seorang muslim yang harus dilakukan secara jkhlas
( az- zarnuji, 1963 : 1 )
Tujuan ini pada gilirannyaakan menjadi
motivasi bagi para santri untuk melatih diri menjadi seorang yang ikhlas dalam
segala amal perbuatannya. Karena seorang yang belajar di pesantren berdasarkan
keikhlasan, apabila telah lulus dari pesantren tidak boleh boleh memiliki
pamrih apapun.
Terdapat pernyataan di kalangan
pesantren bahwa tujuan pendidikan pesantren adalah membentuk manusia bertaqwa,
mampu hidup dengan kekuatan diri sendiri , tidak menjadi keharusan menjadi pegawai
negeri ( raharjo, 1985 : 58 ) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara
umum tujuan pendidikan pesantren adalah mendidik manusia mandiri dan berakhlak
baik serta bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.
Pendidikan islam di pesantren merupakan
model milik umat islam indonesia yang dapat mempelopori perkembangan sistem
pendidikan non formal dalam masyarakat. Keterbatasan yang terdapat pada pondok
pesantren sebagai pusat pendidikan “non formal” ialah bahwa pelajaran yang
diberikan terpusat pada soal-soal “keagamaan”saja, padahal kebutuhan masyarakat
luas akan pelayanan pendidikan mendatang itu meliputi berbagai jenis bidang, bahkan sekarang sudah
banyak yang formal, karena pelajaran yang di berikan bukan hanya masalah agama,
tetapi masalah pendidikan umum juga di berikan pesantren seperti: kesehatan ,
pertanian, perkebunan, perekonomian, pengetahuan umum dan tekhnologi dan
sebagainya.
Tantangan yang harus di jawab oleh
pondok pesantren pada umumnya adalah bagaimana memperluas pelayanan pendidikan
yang di berikan kepada masyakat secara wajar dan sistematis, sehingga
apapunyang disajikannya akan terasa bermanfaat bagi kehidupan sehari hari.
(bukhari,1994:245)
Kekuatan utama pondok pesantren sebagai
suatu lembaga pendidikan “non formal” terletak pada kemampuannya guna
memberikan pelayanan pendidikan kepada segenap golongan umur dalam masyarakat.
Pondok pesantren mampu mengembangkan program pendidikan agama dari tingkat
vanak sampai orang dewasa, sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kemampuan pondok bukan saja dalam
pembinaan pribadi muslim, melainkan bagi usaha mengadakan perubahan dan
perbaikan sosial dan kemasyarakatan. Pengaruh pondok pesantren tidak saja
terlihat pada kehidupan santri dan alumninya,melainkan juga meliputi kehidupan
masyarakat sekitarnya.
K H Masashal mahfudz dari pesantren
maslakhul huda, kajen padi jawa tengah mengatakan bahwa setiap pondok pesantren
mempunyai dua potensi, yaitu potensi pendidikan dan potensi pengembangan. Bila
pondok pesantren mampu mengembangkan kedua jenis potensi ini, maka diharapkan
melahirkan ulama yang tidak sanya memiliki ilmu pengetahuan dan cakrawala
pemikirannya, tetapi juga mampu memenuhi tuntutan zamannya dalam rangka
pemecahan persoalan kemasyarakatan.
Yang perlu di fikirkan sekarang adalah
bagaimana cara untuk memungkinkan segenap pesantren, khususnya pesantren
tradisional ( salafiah ) untuk mengembangkan dirinya. Karena tidak semua
pesantren besar ( modern ) seperti pondok pesantren ibrahimi di situbondo,
tebuireng di jombang, as- syafiiyah di jakarta dan sebagainya.
Untuk memberikan bekal kepada para
santri, khususnya dalam rangka mengantisipasi pola hidup di era globalisasi,
setiap pondok pesantren perlu memberikan pendidikan keterampilan khusus dalam
bidang kewirausahaan ( entrepreneurship )
sebagai pendidikan alternatif guna pembentukan sikap mandiri bagi para
santinya.
melaluipendidikan kewirausahaan
diharapkan semua santri dapat setahap demi setahap mengatur kehidupan diri,
mampu mengatasi persoalannya, mencukupi kebutuhan serta mengendalikan dan
mengarahkan kehidupan mereka. Mereka tidak tergantung pada orang lain, orang
tua sendiri, sanak kerabat atau siapa saja. Malah setiap santri di harapkan
dapat memberikan jasa mereka kepada orang lain, masyarakat dan bangsa sesuai
kemampuan masing masing.
Tujuan pendidikan keterampilan (
kewirausahaan ) pada dasarnya adalah membuat keseimbangan antara perkembangan
rohani dan perkembangan jasmani,keseimbangan antara pendidikan di ruang belajar
dengan pendidikan di lapangan, adanya kegiatan keterampilan para santri di
biasakan bekerja sehingga tujuan selanjutnya yang mau di capai ialah agar para
santri dapat mencintai kerja terutana kerja fisik (edwar, dalam raharjo 1994 :
158 ). Keterampilan yang nampak dalam bentuk bekerja juga bertujuan menerapkan
rangkaian kebiasaan, merencanakan pemecahan persoalan dan penilaian (
programming, problem solving and evaluation ) (edwar, 1994 : 158 ).
Pondok pesanatren “miftahul qulub”
polagan, galis, pamekasan jawa timur yang diasuh oleh KH abd. Mannan fadholi
merupakan pondok pesantren yang meiliki karakteristik pondok pesantren yang
sedikit berbeda dengan pondok pesantren di sekitarnya dengan pengembangan misi
moderenisasi. Hal ini tampak pada sistem pendixdikan yang di kembangkan dengan
aktivitas para santri sehari-hari dari pagi sampai malam hari. Pondok
pesanatren “miftahul qulub” disamping melakukan dakwah islamiyah melalui jalur
pendidikan dan pengajaran, berkeinginan pula untuk:
1. Membina
generasi muda muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, berilmu dan berakhlakul
karimah.
2. Membentuk
santri yang memiliki sifat mandiri dengan bekal keterampilan yang dapat di
pergunakan dalam hidupnya dalam mengabdi pada agama, nusa dan bangsa.
Nilai-nilai
pendidikan pesantren berupa nilai-nilai agama yang memiliki kebenaran mutlak
dan berorientasi kepada kehidupan ukhrawi, perlu di imbangi dengan nilai-nilai
agama yang memiliki kebenaran relatif, bercorak empiris dan pragmatis untuk
memecahkan berbagai masalah kehidupan sehari-hari ( realitas sosial ) dengan
cara dialog terus menerus dalam pelaksanaannya. Hal ini akan berimplikasi
positif terhadap pelaksanaan pendidikan pesantren dalam rangka menghasilkan
santri yang terampil dalam bidang agama dan pengetahuan umum.
Sistem pendidikan
salaf yang di padukan dengan pendidikan keterampilan ( kewirausahaan ) di
bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan pertukangan di pondok pesantren
miftahul qulub bertujuan untuk
menjadikan para santri dapat hidup mandiri kelak dalam masyarakat. Di
samping itu juga sebagai upaya untuk menciptakan tranformasi nilai-nilai baru
di kalangan pondok pesantren dalam menjawab tantangan zaman era globalisasi di
masa mendatang.
Dari berbagai
fenomena diatas pondok pesantren miftahul qulub tampil sedikit beda dengan
pesantren lainnya dengan paradigma baru.
BAB II
PAPARAN DATA DAN
TEMUAN PENELITIAN
A.Profil pondok
pesantren ‘’Miftahul Qulub’’
1.Sejarah Perkembangannya
Pondok pesantren
‘’Miftahul Qulub dirintis oleh Kyai Fadholi Siraj sekitar 41 tahun’silam(1960
)
Beliau memberikan pengajaran dan pendidikan agama bangi masyarakat desa
polangan kacamatan galis kabupaten mamekasan.kemudian beliau mendirikan masjid
sebangai pusat pendidikan bangi para santrinya,yang selanjudnya masjidtersebut
dianggap sebangai pusat segala macam kengitan keagamaan di kota pamekasan,Kyai
Fadholi Siraj adalah putra dari Kyai Sirajuddinbin Nashiruddin,beliau berasal
dari desa bettet Kacamatan Pamekaswan Kabupaten Pamekasan. Santri beliau
semakin hari semakin bertambah baik santri yang datang dari masyarakat maupun
dari luar Kota pamekasan untuk belajar agama dan membaca Al-qur’an.
Apa yang dirintis
oleh beliau inilah akhirnya menjadi cikal bakal dari pondok pesantren
Assalafy’’miftahul qulub’’.
Setelah beliau wafat tungasnya di
gantikan dan di lanjutkan oleh Drs.K.H.salehoddin yang bertempat tinggal di
sebelah utara lokasi pondok pesantren,kira-kira 100 meter kearah utara.beliau
inilah yang selalu mendampingi .K.H.fadoli siraj semasa hidupnya,dan beliau
inilah yang paling mampu untuk melanjutkan cita-citanya.sedagkan
putra-putranyaKH Fadloli Siraj masih keci-kecil dan masih berada dalam dunia
pendidikan, akhirnya pondok pesantren Miftahul Qulub semakin lama semakin
terkenal dan semakin banyak pula santrinya.
Untuk mengantisipasi lonjakan
santri, diupayakan membuka sebu7ah madrasah diniyahyang didirikan pada tahun
1993 dengan nama madrasah diniyah miftahul qulub, yang smapai saat ini
pengelolaaqn pendidikan tersebut teteap diatngani oleh Drs. H. Moh Salehoddin.
Pada tahun 1991 KH Fdadlali
Siraj telah pulang ke rahmatullah dan bersamaan dengan itu beliau punya menantu
pertama yaitu KH.Syafiuddin Putra KH.Abd Wahed Nangger Sempal Kabupaten
Sampang. Beliau adalah alumni sebuah p esantren yang ada di Arab Saudi, untuk
sementara beliau adalah sebagai pengasuh di Poindok pesantren tersebut.
selama dua tahun (1981 M- 1983
M) pengelolaan pendidikan diserahkan kepada KH. Syafiuddin berrsama Drs. H. Moh
Sholehoddin, pada tahun diserahkan penuh kepada Kh. Syafiuddin sebagai
penanggung jawab, pengelola sekaligus sebagai tenaga pengajar.
Pada tahun 1991 M K.H.Mukri Fadholi (putra dari
K.H.fadloli siraj ) telah menammatkan studinya di beberapa pondok pesantren di
Jawa timur K.H.syafiuddin sebagai menantu K.H. fadholi siraj menyerahkan
sepenuhnya pimpinan pondok pesantren dan juga pengolaan taman pendidikan ‘‘Miftahul
Qulub‘‘ kepada putranya dan tetap didampingi oleh Drs.H.Moh sholehhuddin
Kyai mukri fadholi panggilan akrabnya (Ra mukri) memulai upaya
pembinaan dan pengembangan taman pendidikan ‘‘Miftahul Qulub‘‘ menjadi sebuah pondok pesantren dengan mengamril nama ‘‘Mlftahul Qulub‘‘
secara resmi yang jauh serelumnya nama pesantren tersebut sudah hampir
memasyarakat , pada awalnya pesantren tersebut diberi nam‘‘ baqiatus syabibah‘‘ artinya ´´Taman Remaja´´Dari hari kehari berdatanglah para santri yang belajar agama dari berbagai
daerah ,dibangunlan bilik-bilik untuk tempat menginap para santri yang mukim atas usaha keras Ra
mukri serta dukungan masyarakat dua tahun kemudiantepatnya pada tanggal 10
januari 1992 M di resmkan lah berdirinya
gedung pondok pesantren sebanyak 20
lokal denganb luas 5m x5mx20 = 500
M/20 lokal
Pada tahun 1996 Ra mukri
mendirikan pondok pesantren baru di Bliga Kabupaten Bangkalan yang bernama‘‘Sabilul Faizin ‘‘akhirnya
pemimpin pondok pesantren‘‘Miftahul Qulub‘‘diserahkan kepada K.H.ABD.MANNAN FADLALI. Pada athun 1996 akhir K.H.Abd Mannan Fadlali telah menamatkan
pendidikannya, maka tampuk pimpinan Pondok Pesantrenj „ Miftahul Qulub „ dan
pengelolaan taman pendidikan diserahkan kepada beliau, tetapi beliau tetap
didampingi oleh Drs. H. Sholehoddin.
Dilihat dari segi usia
pondok Pesantren terbilang sangat muda, namun minat masyarakat untuk belajar
di Pondok Pesantren ini cukup besar, tidak heran dalam kurun waktu 40 tahun
Pondok Pesantren ini telah mampu menampung kurang lebih 600 orang santri yang
datang dari berbagai daerah di Indonesia, Khususnya pulau jawa dan kebanyakan
mereka dari jawa Timur.
Hal yang menjadikan
pondok Pesantren ini sebagai tumpuan orang Tua untuk menyerahkan Putra-Putrinya
untuk belajar adalah kepeduliannya terhadap nasib fakir miskin dan anak yatim
piatu, mereka yang belajar di Pondok Pesantren ini pada umumnya dari keluarga
tidak mampu. Para santri yang diterima sebagian besar dibebaskan dari segala
pungutan dan sumbangan dana pendidikan, bahkan biaya Sekolah ditanggung
Pesantren. Disamping belajar agama para santri juga dilatih tampil bekerja
dengan menekuni salah satu sektor keterampilan yang khusus disediakan bagi para
santri. Hal ini dimaksudkan agar nantinya para santri biasa bekerja dan tidak
menggantungkan nasibnya pada bantuan orang lain (mampu andiri ).adapun bentuk
keterampilan yang twersedia meliputi pertanian, tataboga (memasak),
perkoprasian, pengobatan Tradisional, Pijet/Refleksi.(hasil wawancara dengan
Drs. Moh Sholehoddin).
Berdirinya Pondokj
Pesantren“ Miftahul Qulub“ melalui proses dan tahapan rintisan, tahapan
perlihan dan tahapan pembinaan dan pengembangan:
2
TahapRintisan.
Diawali dari pembelajaran mengaji dan pendalaman ajaran
Agama Islam di Sebuah Maasjid oleh.K.H.Fadloli Siroj sekitar 41 tahun Islam, di
Desa Polagan dengan metode sorongan dan bandongankepadaanak-anak yang
daridesatesebutdansekitarnya.
Beliaukemudiandianggapsebagaiperintisdancikalbakalberdirinyapondokpoesantrenmiftahulqulubkemudiansecaraestafetdilanjutkanputradansanakkerabatnyasebagaipenerusmasingömasingseperti
:Drs.H. MohSholehoddin. K.H. Syafiuddin. K.H. MukriFadlalidan K.H.
AbdMannanFadlali.
3
Tahapperalihan
Kegiatanbelajarmengajar yang dipusatkan di
masjid kainharitidakmampumenampungbagimereka yang inginbelajaragama yangjumlahnyasemakianbertambah.
Untukmengantisipasinyadan demi aktifitaskegiatanbelajaramengajar,
didirikanlahgedungmadrasah sebagai alternative untukmengatasinya.Kehadiran
madrasah Diniyahtidaksampai m empengaruhikegiatantamanpendidikan al-quran di
malamhari. Keduanyatetapjalan, karena madrasah diselenggarakan di sinaghari ,
madrasah diniyah yang diberinama “MiftahulQulub” didirikanpadatahun 1966 yang
dikelolaoleh Drs. H.Sholehoddin, dansekarangdikelolaolehparasantri senior yang
tidakjauhdarilokasipondokpesantren.
4
Tahap pembinaan dan pengembangan
Perubahan status
adritamanapendidikanmenjadisebuahpondokpesantrendimulaipadatahun 1966 M.
tatkala K.H.
FadlaliSirojmulaimeminpindanmengasuhnya, pengembnagan status inibertujuanuntukmeningkatkanpelayanannyasecara
optimal
melaluiefektifitasdaanefisiensikerjasehinggamampumenghasilkansumberdayamanusia
yang berkualirtasdanagamis.
Dismapingsitempendidikanpondokpesanmtrelebihbanyakmwemberikanpeluangbelajarbagiparasantrinyakarenamerekamenetapdantinggal
di dalampondok.
Target
pembinaansebagaisasaranadalahdiperioritaskananakyatimpitaudan anak2
darikelurgatidakmampu, karenamereka yang
diterimamenjadisantrididalamnyasegalakebutuhanhidupnyamenjaditanggupjawabpesantren
(kyai)
Langkahawal yang
dilakukanoleh K.H. FadlaliSirojdalahpadamulanyamembangun masjid
sebagaimulaawalpusatpelajarankeagamaan,
kemudianmembnagungedungpondoksebagaitempattinggalparasantri.Dsanatsusahanya yangtidakpernahmenyerahdalamkangkaduatahun
(1968 M ) sudahdapatdiresmikanberdirinyapondokpesaantrenolehdepartemen agama
kabupatenpamekasanbersamajajaranpemda TK.II kabupatenpamekasan.
Bersamaandenganitutidakkurangduahektarsawahdisewanya
yang
dipergunakanparasantriuntukprakteklapangandalamrangkapelatihankerja.Pelatihaninidilaksanakandisaat-saatharikosongdisianghari,
diluar jam kegiatanmengaji. Dihrapkan program
inikelakakanmencetuskansantri-santri yang
terampildalambidangyasertamampumandiri.
Kegiatan praktek
lapangan Meliputi bodang pertanian, perkebuna, perikanandanpeternakansertapertukangandidalamkomplekspondok.Kegiataninisemuatidakdikenakanbiayabagimereka
yang masih status bersekolah.
5
Pola pondok pesantren”
MiftahulQulub”
Pondokpesantren’ MiftahulQulub’
dapatdipandangsebagaipolapendidikanpenyiapansantri yang mampuberdirisendiri,
denganpengetrapanpolabelajarsambilbekerja (larning
by doing ), mereka yang diteriam di
pondokpesantreninitidakusahmemeikirkankebutuhanhidupnyaselamabelajar di
pondokhususbagianakyatimdananakdarikurangmampu , karenamerekasudahmenjadikeluargabesarpondok.
Sedangkankiaiberstatusbapakatau orang tua yang
bertanggungjawabatassegalakebutuhankeluarganya.Sebaliknyaparasantridituntutuuntukbelajar,
berdisplinatassegalatugasnya d anbertaqwakepada Allah SWT.
Guru merealisasikankepadaparasantridiluar
jam-jam belajardiharuskanmemilihsalahsatu program pelatihanketerampilan yang
tersedia. Sekitarduasetengahhektarsawahataulahandanperkebunan yang
disediakanuntukparasantriuntukdikelola yang meliputi :pertanian, perkebunan,
perikanandanpeternakan . dalampembangunanfisiksepertipembangunangedungpondokpesantrendansebagainyadilakukansendiriolehsantriataspetunjukdanbimbingandari
yang lebihpengalaman,
sebagiansantribertugassebagaijurumasakdapurumumdansebagian pula
bertugasuntukpengelolakoperasipondokpesantren.
Para santridididikuntukhidupsederhanadanhemat,
berbekalkeihlasan, kejujurandanbertanggungjawabsertabertawakkalkepada Allah
SWt. Hal inidibuktikandenganpolahidupKyaiFadlaliSiroj yang
sangatsederhanjasekali, menempatisebuahgubuksederhana di sebelahutara masjid
tanpaada televise sebagaimanalazimnyakehidsupanrumahtanggamassakini.
Tujuanutamadaripolaqkehidupanpondokmoesantreniniadalahmendidikdanmengembangkanparasantriagar
:
a.
Menguasaiilmutentangilmusyariatislamsecarasempurna.
b.
Memilikijiwadantindaktanduk yang islami
c.
Mendorongparasantri yang telahmenyelesaikanstudinya agar
mampuberdirisendiridalamkehidupannyadengancaraberwirausaha.
LangkahkebijaksanannKiyaiFadaliSirojadalahmemfokuskanpendidikanpadakajiankitabkuning
(klasik) sebgaicirikhasdaripondokprsantrensalaf.
7

